


Terinspirasi dari melihat tukang kelinci dan hamster di stasiun pasar minggu. Sampe di stasiun udah jam 9. Calon penumpang udah banyak memenuhi stasiun, mengindikasikan kereta udah cukup lama belum dateng. Aku berjalan dari ujung stasiun sebelah utara ke ujung stasiun sebelah selatan. Kok ga ada kursi kosong?? Terpaksa deh nunggunya berdiri.
Aku berdiri di ujung stasiun sebelah selatan. Ada tukang kelinci dengan sekitar 5 kandang yang terbuat dari bambu. Satu kandang bambu berisi sekitar 10 kelinci kecil, satu kandang berisi sekitar 10 marmut kecil, dua kandang berisi kelinci cukup besar, dan satu kandang kosong.
Aku amati kandang yang berisi anak2 kelinci. Mereka lucu-lucu meskipun hanya kelinci biasa. Ada yang putih, abu-abu, dan yang menarik perhatianku adalah kelici putih dengan bayang2 hitam di sekitar matanya, kayak pakai eyeshadow, hihihi...
Lalu mataku beralih ke kandang bambu di sebelahnya. Isinya anak2 marmut. Sama halnya dengan kelinci, marmutnya juga lucu-lucu. Kombinasi warna mereka lebih bervariasi dibandingkan kelinci. Aku lihat mereka dengan seksama, hingga mataku melihat ke kaki mereka. Whats?! Kaki mereka mengingatkan aku pada seekor hewan lain... Yup! Mirip tikus! Seketika itu juga aku menggidikkan kepalaku... Aku jadi ilfil sama marmut itu.. Trus aku lihat ada satu marmut berlari di dalam kandang.. Oh No..Kayak tikus buntung! Kayak tikus ga punya buntut! Ih... Geli aku jadinya... Cepat2 aku mengalihkan pandanganku dari kumpulan marmut itu.. Oh marmut yang lucu...maafkanlah daku yang menyamai dirimu dengan tikus yg menjijikan.. (->.<-)